Jumat, 19 Oktober 2018

Makalah golfer's elbow





KATA PENGANTAR 

            Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah, dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membahas mengenai “Golfer’s Elbow.”

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. 

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 






Kediri, 6 Desember 2015


                                                                                               Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................     
Daftar Isi.....................................................................................................              
BAB   1   PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang.....................................................................     
1.2     Rumusan Masalah................................................................     
1.3     Tujuan...................................................................................     
BAB   2   PEMBAHASAN
                 2.1  Etiologi.................................................................................              
                 2.2  Patogenesis, Patofisiologi, Patologi.....................................     
                 2.3  Etiologi.................................................................................
                 2.4  Tanda dan Gejala.................................................................
                 2.5 Tes Pemeriksaan...................................................................
                 2.6 Diagnosa...............................................................................     
                 2.7  Pengobatan secara fisioterapi dan klinik..............................                          
BAB   3   PENUTUP
                 3.1  Kesimpulan...........................................................................     
                 3.2  Saran.....................................................................................     
Daftar Pustaka





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Golfer’s elbow, lebih teknis disebut dengan epicondylitis medial, adalah sama dengan kondisi tennis elbow atau epicondylitis lateral, tetapi hal ini lebih jarang terjadi. Karena ada sedikit atau tidak ada peradangan ada dalam sindrom ini, mereka dikenal sebagai tendinopathies, di mana terjadi degenerasi pada tendon dan memberikan gejala. Faktor-faktor yang penyebabnya seperti pada olahraga tenis lapangan, golf dan olahraga seperti melempar, juga akan berpengaruh pada olahraga seperti atlet angkat besi, pemanah dan Bowlers kriket.
Otot-otot yang fleksibel dan memutar lengan bawah berasal atas epikondilus medial, tonjolan tulang pada bagian dalam siku, dengan tendon masuk ke dalam tulang oleh insersi tendon. Rasa sakit terjadi di dekat ini dan mungkin karena proses degeneratif yang terjadi pada tendon, peradangan sedikit telah dicatat dalam kasus ini.
Tekanan yang tinggi terjadi pada fase dengan memiringkan lemparan dan selama akselerasi berikutnya, dan dalam ayunan golf dari backswing tinggi sampai ke dekat pemukul bola. Golfers lebih cenderung terjadi pada tangan yang dominan dan pemain tenis yang menggunakan topspin berat dalam forehands mereka juga lebih berisiko.
Golfer’s elbow tidak sama seperti tennis elbow tetapi merupakan penyebab tersering nyeri siku medial dengan sekitar setengah dari jumlah wanita yang terkena adalah pria. Tiga sampai lima dekade kehidupan adalah periode yang paling umum untuk timbulnya nyeri dan 60% dari Golfer’s elbow terjadi pada tangan yang dominan. Timbulnya nyeri akut dilaporkan pada sepertiga pasien, dengan dua per tiga lainnya berkembang selama jangka waktu tertentu.
Pasien yang mengeluh nyeri di bagian depan dari inner epikondilus , lebih buruk pada saat wrist fleksi dan lebih baik saat istirahat. Nyeri dapat terjadi di bahu, elbow, lengan atau tangan, dengan kelemahan pada lengan bawah dan tangan. Fisioterapis akan memeriksa daerah tulang dan sendi siku, memeriksa otot dan insersi tendon. Fisioterapis akan melakukan palpasi pada saraf ulnaris pada sulkus di belakang siku, yang disebut “ujung siku”. Saraf dapat memberikan rasa kesemutan atau kelemahan pada lengan bawah dan juga melakukan pemeriksaan neurologis yang belum termasuk penyebab lain dari nyeri atau kelemahan.
Pengobatan utama golfer elbow adalah konservatif, termasuk anti-inflamasi,imobilisasi wrist dan lengan bawah, injeksi kortikosteroid dan
fisioterapi. Modifikasi aktivitas yang memprovokasi merupakan bagian pertama dari manajemen, melakukan pendidikan pada pasien tentang kondisi dan faktor-faktor utama yang muncul. Contohnya adalah memodifikasi mekanisme pada ayunan golf untuk mencegah masalah secara terus-menerus. Pasien diajarkan untuk menghindari posisi dan kegiatan yang memicu, seperti bertumpu pada siku jika terjadi keterlibatan saraf.
1.2  Rumusan Masalah
  1. Jelaskan definisi penyakit Golfers Elbow.
  2. Bagaimana patogenesis, patofisiologi, dan patologi Golfers elbow.
  3. Bagaimana tanda dan gejala
  4. Bagaimana pengobatan secara fisioterapi.
  5. Bagaimana tes pemeriksaan Golfers elbow.
1.3   Tujuan
Ø  Tujuan
Untuk mengantisipasi terkena penyakit Golfer’s Elbow pada keluarga maupun masyarakat sekitar.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Epikondilitis Medial, atau disebut juga sebagai Golfer's elbow, Forehand tennis elbow, Baseball elbow, atau Suitcase elbow, adalah suatu kondisi kerusakan (peradangan) pada tendon yang berfungsi untuk menekuk pergelangan tangan ke arah dalam, sehingga menimbulkan rasa nyeri pada siku bagian dalam.

Lokasi Epikondilitis medial

Sendi siku dibentuk oleh 3 tulang yaitu tulang lengan atas (humerus) dan tulang lengan bawah (radius dan ulna). Pada bagian bawah tulang humerus, terdapat tonjolan tulang di sebelah dalam siku, yang disebut sebagai Epikondilus Medial. Epikondilus medial menjadi tempat melekatnya tendon otot lengan bawah  (Musculus Flexor Pronator) yang berfungsi untuk menggerakkan lengan bawah ke arah dalam atau menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan.



Tendon otot Flexor yang melekat pada Epikondlus medial

Tendon adalah ujung-ujung otot yang berbentuk pita terdiri dari serat kolagen,  yang melekatkan  otot ke tulang. Tendon menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang.  Tendon tidak memiliki kemampuan berkontraksi seperti otot, tetapi dapat memanjang (meregang). Aktifitas berulang yang memicu timbulnya peregangan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan atau masalah pada tendon.
2.2 Patofisiologi
Epikondilitis Medial didapatkan sekitar 10-20% pada penderita dengan keluhan nyeri siku dan sering terjadi pada lengan yang dominan (aktif digunakan untuk aktifitas sehari-hari).
Epikondilitis medial biasanya berhubungan dengan adanya stressor berlebih atau berulang, terutama akibat gerakan menekuk pergelangan tangan ke arah dalam yang terlalu kuat, misalnya saat mengayunkan tongkat golf dengan cara yang salah. Cara melempar, memukul, atau mengangkat yang tidak tepat, serta pemanasan yang kurang, juga bisa menyebabkan terjadinya epikondilitis medial.

Gerakan berulang menekuk lengan bawah dan pergelangan tangan                                      
Penyebab epikondilitis medial lainnya yang mungkin antara lain :
•    Melakukan serve dengan tenaga yang kuat saat bermain tenis
•    Olahraga melempar, misalnya baseball, softball, atau lempar lembing, dengan teknik yang tidak tepat
•    Menggunakan peralatan olahraga yang kurang tepat/sesuai (raket terlalu berat, terlalu pendek atau panjang, dll)
•    Adanya kelemahan pada otot bahu dan pergelangan tangan
•    Mengangkat beban berat dengan cara yang salah, misalnya memutar pergelangan tangan saat olahraga angkat beban atau membawa koper yang berat
•    Aktivitas yang menyebabkan terjadinya epikondilitis medial umumnya harus dilakukan selama lebih dari 1 jam sehari untuk waktu tertentu, hingga menimbulkan gangguan.
Akibat adanya aktifitas berulang dan beban berlebih pada tendon lengan bawah dan siku yang berperan dalam menggerakkan lengan bawah ke arah dalam atau menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan, akan terjadi kerusakan kecil dan proses peradangan (inflamasi). Sejalan dengan waktu, akan terjadi proses penyembuhan atau perbaikan dari tendon yang mengalami inflamasi dengan membentuk jaringan parut yang akhirnya menyebabkan tendon menjadi menebal dan kehilangan kekuatan dan sifat elastisitasnya. Jaringan parut pada tendon tidak akan sepenuhnya mengalami proses penyembuhan, sehingga akan ada bagian yang tetap rusak dan lemah dan dapat menimbulkan gangguan fungsi.

Kerusakan dan peradangan pada tendon
Penyebab cidera tendon otot ini karena adanya trauma hentak maupun berulang sehingga terjadi tendonitis yaitu peradangan atau iritasi pada tendon, dimana terjadi jaringan fibrous antara otot dan tulang. Peradangan terjadi kerana ada kerobekan dan/atau adanya cidera pada jaringan, sehingga terjadi respon fisiologis berupa:
Gangguan sistim sirkulasi, dimana terjadi fase vasokontriksi pada menit ke 5-10 pada daerah cidera,fase vasodilatasi pada cidera karena adanya kerobekan membrane sel maupun pembuluh darah, sehingga terjadi peningkatan suplai darah sebagai reaksi dalam transportasi untuk pembentukan fibrinogen dan transportasi sel darah putih sebagai reaksi antibodi tubuh,
Terjadi reaksi kimia atau disebut juga chemotaxis, dimana akibat cidera maka permeabilitas membrane pembuluh darah terbuka/melebar sehingga bradykinin dan histamine ada pada daerah interstitial menimbulkan impuls nyeri, sebagai alarm tubuh karena ada ketidak-beresan pada jaringan, ditambah lagi adanya produksi sel darah putih yang melakukan fagositas dan regenerasi sel, (Protaglandin, leukotrienes dan thromboxanes),
2.3 Etiologi
1.      Mikro trauma berulang akibat gerak flexi pergelangan tangan dan/atau pronasi siku, sehingga mengakibatkan kerobekan (rupture) tendon otot flexor carpi radialis dan/atau pronator teres,
2.       Strain  otot flexor carpi radialis dan pronator teres,
3.      Trauma langsung pada sendi siku bagian dalam,
4.      Degenerasi jaringan tendon karena trauma kecil yang berulang
5.      Inflamasi kronis pada tendon otot carpi radialis dan pronator teres.


2.4 Tanda dan Gejala

Dalam banyak kasus, onset keluhan datang secara bertahap dan gejala sering bertahan selama berminggu-minggu sebelum penderita mencari pertolongan.
Gejala-gejala yang dapat ditemukan pada epikondilitis medial (Golfer's elbow) :
•    Nyeri pada siku bagian dalam, yang terkadang menjalar ke lengan bawah bagian dalam
•    Kekakuan pada siku
•    Mungkin nyeri akan bertambah saat mengepalkan atau meremas tangan
•    Rasa baal atau kesemutan yang menjalar ke satu atau lebih jari-jari tangan, biasanya jari manis dan kelingking
Nyeri bisa bertambah berat saat :
•    mengayunkan tongkat golf atau raket
•    menggenggam, meremas dan melempar bola
•    berjabatan tangan
•    memutar knob pintu
•    mengangkat beban
•    menekuk pergelangan tangan atau gerakan memutar lengan ke bawah

2.5   Test Pemeriksaan
A.Test Dasar
1. Test Aktif
    Pasien di suruh melakukan gerakan flexi elbow / menekuk siku nya, dalam hal tersebut jika pasien mengalami gangguan maka akan terasa nyeri dan tidak full ROM.
2. Test Passif
     Terapis meflexi kan / menekuk siku Pasien dengan perlahan dan mengetahui rasa nyeri dan besar ROM pasien.
3. Test Isometric
     Yaitu Pasien di minta untuk memflexi kan siku (20 – 30) lalu pasien diminta untuk menahan gerakan yang di lakukan terapis, nilai positif jika terdapat nyeri pada bagian elbow joint.
B. Test Spesifik
1. Tes instabilitas Ligaments
     
Stabilitasi lengan pasien didaerah elbow oleh tangan pemeriksa, sedang tangan lainnya diletakkan diatas wrist pasien. Selanjutnya pasien memfleksikan elbownya sekitar 20 – 3o derajat. Untuk memeriksa ligament collateral lateral, berikan penekanan kea rah adduksi/varus dan penekanan kea rah abduksi/valgus untuk memeliksa ligament collateral medial. Penekanan ditingkatkan dan perhatikan ada tidaknya perubahan nyeri atau ROM
2. Test Tinel / Tanda Tinel pada Elbow
     Dengan cara mengetuk pada bagian elbow joint
3. Medial Epycondilitis Test ( Golfer’s Elbow)
     
Pameriksa mempalpasi epicondylus medial pasien selanjutnya pameriksa menggerakkan lengan pasien kea rah supinasi lengan bawah disertai ekstensi elbow dan wrist joint. Tanda positif indikasi timbul nyeri diatas epicondylus medial humeri.
4. Test Flexi Elbow
      
Minta pasien untuk fleksi elbow maksimal dan pertahankan posisi tersebut sampai 5 menit. Tanda positif indikasi adanya rasa kram atau paresthesia sepanjang distribusi saraf ulnar di lengan bawah dan tangan. Tes ini membantu untuk mengetahui adanya cubital tunnel syndrome.
2.6  Diagnosa
Diagnosa epikondilitis medial biasanya didasarkan dari riwayat medis yang berkaitan dengan rasa nyerinya, dan kegiatan rutin yang dijalankan sebelumnya, dll. Pemeriksaan fisik seringkali membantu dalam mendiagnosis kelainan ini.  Gerakan menekuk (fleksi) lengan bawah dan gerakan memutar pergelangan tangan ke arah dalam dapat memicu timbulnya keluhan, kadang disertai nyeri tekan di daerah siku sebelah dalam.
  Gerakan yang memicu timbulnya nyeri pada Epikondilitis Medial

Pemeriksaan foto sinar-X dapat membantu untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan lain yang menyebabkan epikondilitis medial, misalnya patah tulang atau radang sendi. Pada kasus tertentu, bisa dilakukan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk menunjukkan kondisi tendon dan tulang secara jelas.
2. Pengobatan
Semakin dini penanganan diberikan, maka semakin cepat seseorang bisa kembali melakukan kegiatan seperti semula. 
Penanganan secara konservatif (non operatif) dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi keluhan serta mencegah berulangnya kejadian. 
Penangan yang diberikan untuk epikondilitis medial antara lain berupa :
1.    Home treatment
•    Istirahatkan (imobilisasi) lengan yang mengalami keluhan nyeri. Hindari aktivitas yang menimbulkan nyeri selama beberapa minggu. Imobilisasi dapat dilakukan dengan penggunaan brace khusus ataupun alat tapping untuk mencegah otot bergerak berlebihan dan untuk mengistirahatkan lengan tersebut. Alat penyangga (brace) bisa digunakan selama beberapa minggu .
                                         




Penggunaan brace dan tapping untuk mengistirahatkan lengan
•    Memberikan kompres dingin pada siku bagian luar. Direkomendasikan untuk melakukan kompres dingin selama 20-30 menit setiap 3-4 jam selama 2-3 hari atau sampai nyeri hilang atau tergantung berat ringan keluhan.

Kompres es untuk meredakan nyeri
•    Jika diperlukan, obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, bisa digunakan untuk sementara, sampai mendapat penanganan lebih lanjut oleh dokter.
2. Obat-obatan
•    Suntikan steroid seperti Cortison umumnya sangat efektif untuk mengatasi peradangan akut yang terjadi dan mengurangi rasa nyeri, namun suntikan steroid tidak akan membantu untuk jangka panjang.

Steroid untuk meredakan nyeri pada Epikondilitis Media

3.  Terapi fisik (fisioterapi) dan latihan fisik
•    Terapi fisik (Fisioterapi) merupakan perpaduan terapi menggunakan alat-alat ultrasound, laser dan pelatihan fisik.
Ultrasound adalah metode terapi dengan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) pada daerah yang terkena. Gelombang suara ini akan diubah menjadi panas pada jaringan tangan bagian dalam, sehingga melebarkan pembuluh darah dan memberikan suplai oksigen yang lebih banyak pada daerah yang mengalami kerusakan atau peradangan dengan tujuan mempercepat proses penyembuhan. Terapi ini seringkali diberikan bersama dengan latihan fisik dan dilakukan oleh dokter ahli.
•    Latihan fisik perlu dilakukan dan dipandu oleh dokter ahli untuk menguatkan dan menambah kelenturan siku dan pergelangan tangan setelah nyeri berkurang. Diperlukan keteraturan dalam latihan fisik ini. Umumnya dilakukan 3-5 kali sehari.


Latihan fisik untuk melatih otot-otot lengan bawah dan pergelangan tangan

•    Terapi okupasi, adalah terapi yang bertujuan untuk menemukan cara sehingga penderita dapat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan atau hobbi tanpa rasa nyeri dan mencegah kejadian berulang. Pada atlet tennis ataupun atlet yang memiliki risiko tinggi untuk menderita kelainan Epikondilitis Medial, akan dianjurkan untuk memiliki peralatan olahraga atau kerja yang tepat dan sesuai untuk mencegah kejadian berulang. Dan akan diajarkan tehnik-tehnik khusus untuk memperkecil beban yang harus dikeluarkan oleh lengan bawah dan siku agar otot-otot lengan bawah tidak bekerja terlalu berat.
Untuk kasus yang berat, mungkin diperlukan pembedahan, misalnya jika gejala tidak membaik setelah 6-12 bulan dengan pemberian terapi konservatif. Pada tindakan operasi, tendon yang mengalami kerusakan akan diangkat dan dibuang dan tendon yang tersisa diperbaiki posisi dan kondisinya.






BAB 3
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Golfres elbow adalah suatu keadaan nyeri pada siku bangian dalam, tepatnya pada otot prhal ini di kareonator teres dan otot fleksor carpi radialis hal ini di karenakan terstreach-Nya otot yang terlalu keras dan adanya hentakan yang berulang ulang. Penyakit ini jarang di temui hanya terjadi seperlima dari tennis elbow. Golfers elbow sering dijumpai pada usia 40-50 tahun.

















Daftar Pustaka




 thanks for comming